Jumat, 18 Mei 2018

transkip listening ted med



LEARN HOW EASY IT IS TO MAKE A DIFFERENCE FOR ANIMAL
MY STORY BEGINS IN ZIMBABWE WITH A BRAVE PARK RANGER NAMED ORPHEUS AND AN INJURED BUFFALO.And Orpheus looked at the buffalo on the ground,and he looked at me,and as our eyes met,there was an unspoken grief between the there of us she was a beautiful wild and innocent creature and Orpheus lifted the muzzle of his rifle to her ear and at that moment she started to give birth. As life slipped from the premature calf we examined the injuries.her back leg had been caught in an eight-strand wire snare,she’d fought for freedomfor so hard and so long that she’d ripped her pelvis in half . Well,she was finally free.
Ladies and gentlemen,today I feel a great sense of responsibility in speaking to you on behalf of those that never could. Their suffering is my grief,is my motivation. Martin Luther king best summarises my call to arms here today. He said,”there comes a time when one must take a position that’s neither safe,nor political,nor popular. But he must take that position because his consiscience teels him that its’s right”. Because his conscience teels him it is right. At the end of this talk I’m gonna ask you all a question. That question is the only reason I traveled here today all the way from the African savanna. That question for me has cleansed my soul. How you answer that question will alaways be yours. I remember watching the movie the wizard of OZ as a young kid and I was never scared of the witch or flying monkeys. My greatest fear was that I’d grow up like the lion,without courage and grew up always asking myself if I thought I’d be brave? Well ,years after Dorothy had made hetr way back to Kansas,and the lion had found his courage, I walked into a tattoo parior and had the words ‘seek & destroy’, tattoo across my chest and I thought that’d make me big and brave.
But it’d take me almost a decade to grow into those words. By the age of 20 i’d become a clearance diver in the navy. By 25, as a special operations sniper,I knew exactly how many clicks of elevation a needed on the scope if my rifle to take a headshot on a moving target from 700m away. I knew exacly how many grams of high explosives it takes to blast through a steel plate door from only a few meters away,without blowing myself,or my team, up behind me. And I knew that Baghdad was a shilty place,and when things go bang,well,people die. Now back then,I’d no ideas what a conservationistdid,other than hug trees and piss off large corporations. I knew they had dreadlocks. I knew they smoked dope. I didn’t really give a shit about the anvironment,and why should i? I was the idiot that used to speed up in his car just trying to hit birds on the road. My life was a world away from conservation. I’d just spent nine years doing things in real life most people wouldn’t dream of trying on a playstation. Well, after 12 tours to Iraq as a so called ‘mercenary’, the skills I had were good for one thing: I was programmed to destroy. When I finally left Iraq behind me I was lost. Yeah I felt-ahh…
I just had no idea where I was going in life or where I was meant to be and I arrived in Africa at the beginning of 2009. And we were patrolling along,and the vultures circled in the air and as we got closer the stench of death hung there,in the air like a thick,dark veil,and a sucked the oxygen out of your lungs. And as we got closer,there was a great bull elephant. Resting on its side,with its face cut away. And the world around me stopped. I was consumed by a deep and overhelming sadness. Seing innocent creatures killed like this hit me ia way like nothing before. I’d actually poached as a teenager and they’re memories I’ll take to the grave. Time hd changed me though, something inside wasn’t the same. And it’s never gonna be again. I asked myself,”does that elephant need its face more some guy in Asia needs a tusk on his desk”. Well of course it bloody does,the was irrelevant. All that mattered there and the was: would be brave enough to give up everything in my life to try and stop the suffering of animals? This was the one true defining moment of my life: yes or no? I contacted my family the next day and began selling all my houses. My life savings have since been used to found and grow the international Anti-Poacing Foundation(IAPF). A few years after a saw that elephant I woke up very early one morning. I already knew the answer to the question I was about to ask myself, but it was the first time I’d put it into words: does a cow value its life more than I enjoy barbecue? The relisation of the flexible morality I’d used to suit my everyday conveniences made me sick in the stomach. See I’d loved blaming parts of asia for their insatiable demand of ivory and rhino horn, and the way the region’s booming economic growth is dramatically increasing the illegal wildlife trade. When  I woke up that morning thought I realized, even though I‘d dedicated my life saving animals, in my mind I was no better than a poacher, or the guy in asia with a tusk on his desk. As this ‘overconsumptive meat eater’ I’d referred to some animals as ‘beasts’. When in reality I’d been the beast: destructively obedient.a slave to my habits,a cold shoulder to my conscience. We’ve all had contact with pets or other animals in our lives. We can’t deny our understanding of the fellings that each animal has. The ability to suffer pain or loneliness.and to fear like us also,each animal has the ability to express contentment,to build family structures,and want of satisfying basic instincts and desires. 800o animal in their lifetime ocean pollution,global warming and deforestation are drving us towards the next great mass extinction and the meat industry is the greatest negative factor in all of these phenomena.
My reason for being here is my question for you: next time you have an opportunity to make a difference for animals,will you be brave enough?yes or no? thank you very much.

Rabu, 11 April 2018

the lottery synopsis

THE LOTTERY
SINOPSIS
Penduduk desa dikota kecil berkumpul di alun-alun pada tanggal 27 juni, hari yang indah, anak-anak desa, yang baru saja selesai sekolah untuk musim panas, berlari untuk mengambil batu dan meletakkan batu itu dalam kantong mereka dan membuat tumpukkan di alun-alun. Pria berkumpul diikuti para wanita. Orang tua memanggil anak-anak nya dan berdiri bersama keluarga.
Mr.summer menjalankan undian dia punya banyak waktu untuk melakukan sesuatu untuk desa. Dia tiba di alun-alun dengan kotak hitam, diikuti oleh Mr. graves, kepala pos. kotak hitam ini bukan kotak asli yang digunakan untuk undian karena yang aslinya hilang bertahun-tahun yang lalu bahkan sebelum petua kota , Old Man Warner lahir. Mr summer selalu menyarankan agar mereka membuat kotak baru karena yang sekarang sudah jelek, tapi tidak ada yang main-main dengan tradisi ini. Namun mr. summer meyakinkan orang desa untuk mengganti kayu tradisional dengan selembar kertas.
Mr.summer mencampur selip kertas didalam kotak. Dia Mr. graves membuat surat-surat itu pada malam sebelumnya dan mengunci kotak itu, sebelum dimulai , mereka membuat daftar semua keluarga dan rumah tangga di desa tersebut.
Tessie Hutchinson dengan orang banyak, bingung karena di lupa hari ini adalah hari undian, sehingga dia terlambat karena mencuci piring. Dia bergabung dengan suami dan anak-anaknya didepan orang banyak,dan orang tertawa akan kedatangannya yang terlambat. Mr.summer bertanya apakah ada orang yang tidak hadir dan orang banyak menjawab bahwa Mrs. Dunbar tidak ada disana. Mr.summer bertanya siapa yang memilih dunbar. Dan mrs. Dunbar mengatakan bahwa dia akan melakukannya karena dia tidak memiliki anak laki-laki yang cukup tua untuk melakukan undian itu. Mr. summer bertanya apakah anak laki-laki Watson bisa menggantikan, dia menjawab bisa melakukannya, kemudian mr. summer meminta untuk memastikan bahwa Old Man Warner ada disana juga.
Mr. summer mengingatkan semua orang tentang aturan undian: dia akan membaca nama,dan kepala keluarga siapa yang tertulis, menarik selembar kertas. Tidak ada yang melihat kertas itu sampai semua orang tertarik. Dia memanggil semua nama, menyapa setiap orang saat mereka datang untuk menggambar kertas. Adams memberitahu  Old Man Warner bahwa orang orang-orang didesa utara mungkin menghentikan undian. Dan Old Man Warner mentertawakan kaum muda disana, bahwa melepaskan undian bisa menyebabkan kembalinya tinggal di goa. Mrs.adams mengatakan undian telah diberikan didesa lain dan itu bukan masalah.
Mr. summer selesai memanggil nama dan semua orang membuka suratnya, dengan cepat disekitar bahwa Bill Hutchinson “mendapatkannya”. Tessie berpendapat bahwa itu tidak adil karena Bill tidak memiliki cukup waktu untuk memilih sbuah kertas. Mr.summer bertanya apakah ada rumah tangga lain dikeluarga Hutchinson dan Bill mengatakan tidak, karena anak perempuannya yang menikah tertarik dengan keluarga suaminya. Mr.summer bertanya berapa anak yang dimiliki Bill, dan dia menjawab bahwa dia punya tiga orang anak. Tessie kembali protes bahwa undian itu tidak adil. Penduduk desa mengambil batu dan berlari kea rah Tessie, yang berdiri disebuah lapangan terbuka ditengah kerumunan. Tessie kaget dan kepalanya dilempari dengan batu kearah nya oleh penduduk desa.

KELEBIHAN DAN KEKURANGAN CERITA
Kelebihan
Tokoh mr. Man Old Warner dalam cerita “the lottery” adalah orang tertua di desa tersebut. Dia sangat menjunjung tinggi tradisi didesa nya. Warga pun mengikuti apa yang di peringatkan dalam tradisi ini, untukmenghomati dan mempertahankan secara turun temurun walaupun didesa lai sudah meninggalkan tradisi tersebut. Bahwa ini adalah cerminan dari menjaga tradisi yang sudah lama dilakukan dengan tiap tahun waktu yang telah ditetapkan secara turun temurun.
Kekurangan
Seharusnya dengan pengalaman mr. warner yang lebih banyak dari warga yang lain, harus memberikan contoh mana tradisi yang harus dipertahankan dan mana tradisi yang harus ditinggalkan karena adanya seseorang yang dijadikan tumbal didesa tersebut, sebagai bagian dari memperingatkan hasil panen yang melimpah oleh penduduk desa. Dan biasanya dalam tradisi lotre biasanya pemenang undian mendapatkan hadiah, tapi malah dalam cerita the lottery pemenang undian mendapatkan malapetaka yaitu kematian pemenang secara kejam dengan lemparan batu dari penduduk desa tersebut.

DIMENSI  SYMBOL DAN PARADOKS DALAM CERITA
Simbol
Black box : the symbol of tradition
Karena black box adal kotak kayu yang dibuat secara turun temurun dibuat oleh nenek moyang desa setempat dan konon black box dibuat dari puing-puing kotak yang digunakan sebelumnya oleh para pendiri desa setempat. Kotak tersebut selalu digunakan oleh warga dalam tradisi “the lottery” yang dilaksanakan setiap tanggal 27 juni.
Black spot :the symbol of death
Black spot adalah titik hitam yang dibuat oleh mr. summer menggunakan pensil. Black box merupakan simbol kematian karena digunakan sebagai penanda giliran orang yang akan mati untuk dijadikan tumbal seperti mrs. Hutchinson.
Mr.summer : the symbol  of season
Menujukkan setting waktu dalam cerita tersebut yaitu pada musim panas(summer dalam bahasa inggris berarti musim panas).hal ini juga didukung oleh setting waktu yang disebutkan dicerita tersebut “27 juni” dimana bulan juni adalah masa musim panas.
Mr. graves : the symbol of death
Dalam bahasa inggris berarti “kuburan” ini menggambarkan bahwa cerita tersebut behubungan dengan kematian.
Mr. warner : the symbol of warning
Yang berarti peringatan
Mrs. Hutchinson : the symbol of death
Yang berarti peti “hutch” berhubungan dengan kematian
Delacroix : the symbol of religious
Dalam bahasa prancis “salib” berhubungan dengan keagamaan
Bentham : the symbol of humanity
Menyimbolkan bahwa seorang filosofi prancis yang bernama Bentham yang merupakan pejuang kemanusiaan
Paradoks
Dalam cerita “the lottery” diceritakan bahwa suatu desa menganut tradisi untuk memperingatkan hasil panen melimpah di desa itu,tetapi malah membawa malapetaka yaitu kematian dari seseorang yang memenangkan lotre dengan dilempari batu sampai mati, dan tradisi itu sangat bertentangan dengan norma kemanusiaan yang menjadikan tumbal warga yang pemenang undian,mengandung nilai yang tidak pantas dengan pembunuhan,penyiksaan atau kekerasan yang dilakukan bersama-sama terhadap seseorang pemenang lotre dengan tidak manusiawi.

PESAN MORAL
Moral dalam cerita ini berkaitan dengan sifat pembunuhan dan kekerasan yang tidak manusiawi secara wajar yang dilakukan kebanyakan dari penduduk desa tersebut,tidak memiliki sifat kemanusiaan dan malah menjadikan suatu tradisi tiap tahunnya tanpa mempertimbangkan baik atau buruknya tradisi itu.
Cerita ini menujukkan sebuah desa atau komunitas warga Negara yang tampak nya rata-rata damai yang berpatisipasi dalam ritual kekerasan dan kematian yang mengerikan secara sukarela, secara turun temurun.
NAMA: ARYUSI ARBASA
KELAS: PBI 3A
NIM :2316030
MATKUL : INTRODUCTION TO LITERATURE

Hadits Nabi Tentang WAKTU-WAKTU (SHALAT)

BAB WAKTU-WAKTU (SHALAT) بَابُ اَلْمَوَاقِيتِِ Hadits No. 163 Dari Abdullah Ibnu Amr Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘...